Ketua IA birokrat?
Setelah sekian lama Laksmana Sukardi menjabat menjadi ketua IA-ITB, kondisi IA semakin parah. Kemunafikan Laks dalam menjanjikan dana abadi bagi ITB tidak kunjung terlaksana. Beliau malah hanya memanfaatkan posisi IA sebagai sarana ia untuk mencapai kedudukannya sebagai menteri. Selama kepengurusannya, disinyalir beliau tidak pernah datang ke ITB. Baru-baru ini, beliau dihadapkan pada kasus baru yaitu dugaan korupsi pada pengadaan kapal tanker pertamina.
Pada pemilihan ketua IA yang baru ini, seorang tokoh dari birokrat muncul kembali dengan segudang kekurangannya. Mulai dari ketidakbecusannya dalam mengawasi transportasi dalam negeri sehingga pada januari tahun ini tercatat ada tiga kecelakaan pesawat, transportasi laut pun tidak kalah mirisnya dan disempurnakan dengan seringnya terjadi kecelakaan kereta api.
Akhir-akhir ini, diketahui bahwa banyak pesawat, yang merupakan warisan dari menteri yang lama, yang beroperasi tidak dengan surat-surat yang lengkap. Sehingga memaksa menhub yang sekarang meng-grounded 4 pesawat dari garuda dan dua pesawat dari Adam Air.
Kemudian, disinyalir bahwa tujuan para birokrat ini adalah mendapatkan klaim dari ikatan alumni untuk meningkatkan kekuatan politisnya agar mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi. Untuk tujuan ini, terkadang mereka menggunakan kedudukannya untuk mengintimidasi para pemilih agar mau memilih dia.
Jika kita melihat pada kekurangan dari kaum birokrat, akan kah kita mempercayakan kepemimpinan IA yang baru kepada mereka?

Ini lagi bicarain HR ya? Apa
Ini lagi bicarain HR ya?
Apa ga sibuk ya jadi mentri? sempet-sempetnya kampanye.
in god we trust all other our monitor
Wah.... black campaign nih
Wah.... black campaign nih buat HR. Tapi gimana yak... secara umum saya setuju ma ente:)
komentar gw: coba liat track
komentar gw: coba liat track record nya..
lebih jauh lagi, bersih saja tidak cukup!
apakah dia seorang yang berkomitmen pada cita-cita orang byk? jadi akan sangat lucu memilih calon yang terkesan konsen pada urusan pribadinya dan cuma mau berjuang sekali-sekali saja..
birokrat atau bukan tidak penting sebetulnya..
potensi IA besar saudara-saudara, coba teliti perjalanan hidup dan apa saja yang telah dilakukan oleh para calon IA
Mudah-mudahan Bung HR bisa
Mudah-mudahan Bung HR bisa menunjukkan kinerjanya dengan standar target yang tinggi..sehingga kesan tersebut hilang...
Tidak penting dari birokrat atau bukan...yang penting bukti kinerjanya selama menjabat.
IB Prabowo TM/87
Itb, Hatta : jalan sesat
Itb, Hatta : jalan sesat munafikin
Prosesi pemilihan ketua IA dapat dijadikan contoh betapa busuk dan sesatnya para alumni ITB.
Salah satu poin diskusi kecil dari Spirit di Bandung 28 Oktober, sebelum pemilihan IA digelar, telah memprediksi kemenangan Hatta secara telak. Faktor utamanya karena ia menteri aktif, sedemikian sehingga ia akan mampu menggunakan berbagai akses negara untuk mendukung pemenangan dirinya.
Komen kami waktu itu secara personal Hatta adalah lebih busuk (semua calon adalah sesat dalam memandang pendidikan ITB sebagai arena transaksi bisnis, padahal dunia pendidikan negeri adalah wilayah publik yang tidak bersifat komersial). Maka ia akan lebih membawa kebusukan, namun sayangnya ia tetap akan menang.
Untuk menggerakkan berbagai acara temu alumni di berbagai tempat, membiayai banyak tim sukses, iklan kampanye, perjalanan, komunikasi, Hattavaganza, dll. setidaknya Hatta menghamburkan uang minimal Rp 10 M. (kasus kecil yang terlacak Hatta telah membayari agenda 20 th Gamais Salman ITB sebesar Rp 1 M)
DIMANA LETAK KESESATAN?
TERMINOLOGI SESAT ADALAH: ORANG DILANDA KEBINGUNGAN ATAU TIDAK MAMPU MENGENALI MANA JALAN YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH!
dalam kondisi tersebut maka naluri primitif menonjol dengan cenderung mengikuti kesenangan jangka pendek (nafsu hewani: keuntungan materi bagi diri sendiri dan kelompok).
Maka ujilah kebenaran itu berupa:
1.Adakah anda bertanya dari mana uang Hatta diperoleh agar ia bisa menang dengan membayari banyak tim sukses (ada kelompok kiri, kelompok nasionalis, agamis, opurtunis, dst.)
2. Sesungguhnya arah busuk atau bersih akan terlihat darimana sumber input berasal?
3. Tahukah anda bahwa tiga kali siklus pemilihan IA yang terakhir (Era Cacuk; Era Laks dan Hatta) mereka semua mampu menunjukkan dengan sangat valid betapa alumni ITB adalah binatang ekonomi!
Para alumni ITB pada ketiga era tersebut umumnya telah digerakkan oleh suatu surat sakti atau himbauan dari para atasannya (instansi negeri, BUMN) untuk mendukung kandidat ybs.
adakah anda menangkap alumni-alumni yang katanya pintar, unggul memiliki karakter independensi sehingga mampu memilih jalannya sendiri kearah kebenaran atau kesalahan?
4. Adakah Hatta ini telah mengambil uang dari koceknya sendiri atau dia mengambil alokasi uang rakyat baik secara tunai maupun SPJ kantor (buah pajak dari kaum miskin se-Indonesia) karena orang kaya justru biasa mengakali pajak.
Secara organisasi jabatan Mensesneg adalah orang kepercayaan Si Presiden. Hatta dan SBY adalah person yang mampu mengelabuhi orang (SBY terbukti mampu mengelabuhi Mega). Hatta ini awalnya didudukkan oleh Amien Rais sebagai menteri, padahal dibelakang ia tidak menghormati Amien (dan Amien yang sesatpun juga tak tahu kalau ditipunya). Sebagai lulusan ITB profesional normalnya ia akan menolak jabatan Sesneg karena kaitan intelektualnya tak ketemu, tapi sebagai azas materialis jabatan ini memberi keuntungan baginya dan atau kelompoknya.
Adakah manfaat nyata bagi alumni dengan menempatkan birokrat sebagai organisator IA selain mendukung karir politiknya sendiri
5. Tentu anda tidak merasa perlu bertanya darimana uang Hatta, Laks atau Cacuk berasal? Karena yang penting bagi alumni serta para pengelola ITB kini (Rektor) adalah naluri keuntungan jangka pendek berupa materi atau akses kekuasaan bagi karirnya kelak.
Dari semua itu maka makin panjanglah alur kesesatan bangsa ini! Dan anda mungkin telah berperan besar dalam mendukungnya.
Kami kutipkan lagi tentang manfaat kebenaran untuk jangka panjang keberlangsungan kehidupan di dunia
---------------------------------
Beda Orang Pintar dan Bodoh
(KH. Ahmad Dahlan)
Antara pintar dan bodoh sesungguhnya adalah sesuatu yang
bertentangan dan berbeda, akan tetapi kebanyakan manusia sama saja
diantara pintar dan bodoh.
Keduanya selalu senang kepada apa saja yang disetujuinya, dan
membenci kepada yang tidak disetujuinya.
Dan sebenarnya apa saja yang dapat diputuskan oleh orang pandai dan
pintar, dapat pula diputuskan oleh orang yang bodoh.
Maka orang yang sempurna akalnya haruslah dapat membedakan antara
pintar dan bodoh tersebut.
Sesungguhnya, antara pintar dan bodoh tidak ada bedanya kecuali jika
diperbandingkan dengan yang "benar" dan yang "salah".
Perbedaan antara pintar dan bodoh sesungguhnya ialah: Orang yang
pintar itu mengerti sesuatu yang mendatangkan senang dan susah,
sedang orang yang bodoh itu tidak mengerti.
Orang yang pintar akan selalu berikhtiar dan berusaha mencari jalan
yang mengantarkan kepada kesenangan dan menghindarkan diri dari
sesuatu lingkungan yang mengarah kepada kesusahan dan penderitaan.
Akan tetapi sesungguhnya orang yang pintar, tetapi melalaikan
petunjuk Allah, dan tidak takut kepada Allah secara perlahan akan
terjerumus kepada kesusahan dan kealpaan.
(sumber: "Tali Pengiket Hidup", Het Bestuur Taman Pustaka
Muhammadiyah, Yogyakarta, 1923)
--------------------------------------
Dan .......
Akibat kekeliruan dalam menempatkan kebenaran dan ketidakbenaran dalam hukum, maka salah satu dampaknya adalah polarisasi posisi seseorang dalam hukum, dimana setiap ada tokoh yang lahir maka lahir pula pengkhianat atau sebaliknya.
----------------------------------------------------------
Salam—
Pribumi 2006
Menanggapi ya
Menanggapi ya mas/mbak,
Mohon dijelasin saya,
"Salah satu poin diskusi kecil dari Spirit di Bandung 28 Oktober, sebelum pemilihan IA digelar, telah memprediksi kemenangan Hatta secara telak. Faktor utamanya karena ia menteri aktif, sedemikian sehingga ia akan mampu menggunakan berbagai akses negara untuk mendukung pemenangan dirinya."
--- Wah... mbok ya disebarkan ini berita sebelum pemilu, siapa tau ada pemilih yang bisa disadarkan:) Spirit itu komunitas?
"semua calon adalah sesat dalam memandang pendidikan ITB sebagai arena transaksi bisnis, padahal dunia pendidikan negeri adalah wilayah publik yang tidak bersifat komersial"
--- dunia ia-itb = dunia itb?
--- memandang pendidikan ITB sebagai arena transaksi bisnis, itu maksudnya bagaimana?
--- dunia pendidikan negeri adalah wilayah publik yang tidak bersifat komersial... yang boleh dikomersialin tidak ada sama sekali?