IA ITB di persimpangan jalan

Entah teman-teman baik yang masih di dalam kampus atau di luar kampus ngeh atau nggak. Ada baligo dan spanduk calon-calon ketua IA-ITB yang baru bertebaran terutama di depan gerbang kampus ITB. Mungkin teman-teman sudah menentukan pilihan kepada siapa akan berpihak. Tapi ada baiknya bila kita melihat sejenak apa yang terjadi beberapa hari yang lalu di Jakarta, sekre IA-ITB pusat.
Ada yang menyampaikan kritik terhadap IA-ITB pada tanggal 3 Oktober 2007, melalui sebuah pernyataan sikap, dalam prosesi pengembalian formulir pendaftaran calon ketua-IA. Protes ini dibacakan oleh Arif FI'98 di depan panitia kongres IA-ITB. Berikut ini isi pernyataannya;
========================================================
SURAT PERNYATAAN SIKAP
TIM ITB PROGRESIF UNTUK IA ITB
Memperhatikan:
1. Konstelasi peran dan posisi IA ITB selama ini yang lebih sering dijadikan kendaraan politik dan justru kurang aspiratif terhadap alumni ITB secara umum khususnya alumni muda yang lebih sering dijadikan obyek, apalagi sering kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat dan bangsa yang justru sangat membutuhkan perhatian intelektual bangsa, khususnya yang berkumpul di IA ITB.
2. Persyaratan pemilihan IA ITB yang mengharuskan penyetoran uang sebesar Rp 30 juta rupiah dan nominal jaminan sebesar Rp 100 juta rupiah yang sedikit banyak merefleksikan bentuk-bentuk materialisme, pembatasan akses dan diskriminasi di antara alumni ITB yang justru seharusnya dikikis dari mentalitas kepemimpinan bangsa yang tidak peka terhadap kesenjangan ekonomi dan sosial bangsa dan kemiskinan yang seolah-oleh epidemik.
Dengan ini kami ingin menunjukkan rasa protes kami. Kami adalah anak muda yang menginginkan perubahan mendasar melalui partisipasi kami yang bertujuan untuk memenangkan pemilihan ini yang membentuk kepengurusan yang progresif, bersih, dan berjiwa kemudaan. Melalui pemilihan ini kami menghimbau kepada seluruh rekan-rekan alumni untuk:
1. Memilih kami sebagai dukungan minimal atas perjuangan demi progresivitas ini.
2. Menolak segala pola-pola persyaratan yang berorientasi pada bentuk-bentuk material yang mendangkalkan nilai-nilai luhur almamater dan sisi pengabdian yang dibawa oleh IA ITB. Bentuk-bentuk semacam ini harus merupakan yang terakhir di IA ITB!
3. Dalam pemenuhan prasyarat yang dangkal ini, kami bermodalkan kepercayaan dari kawan-kawan alumni ITB muda dan yang berjiwa progresif – sebagian berupa sumbangan dan sebagian lagi berupa pinjaman.
Untuk butir kedua ini, kami berharap ke pada rekan-rekan alumni muda dan yang progresif agar dapat membantu kami melunaskan pinjaman ini selama masa kampanye dalam bentuk urunan dan donasi lebih lanjut. Sekecil apapun donasi rekan-rekan, sangat berarti pada perjuangan kita ini.
In Harmonia Progressio, Demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater!
Atas nama alumni ITB muda dan progresif,
Juru Bicara: Zaid Perdana Nasution
=========================================================
Selain surat pernyataan di atas, protes juga disampaikan sebelumnya oleh Johand Dimalouw. Seperti yang ditulisnya dalam comment di http://zpnas.wordpress.com
=========================================================
Rekan-rekan Alumni ITB yth,
Saya secara pribadi sepakat dengan pandangan anda tentang syarat Rp 130 juta yg dibikin oleh pengurus IA ITB sekarang dan saya sudah menyurati mereka langsung untuk membatalkannya, karena keputusan itu melanggar AD/ART IA ITB, dan merubah AD/ART. Pengurus IA ITB tidak punya wewenang untuk itu dan hanya KONGRES IA ITB yg berhak merubah AD/ART IA ITB.
Surat saya tidak ditanggapai sampai saat ini dan protes saya akan berlanjut.
Yang saya heran semua calonyang lain menganggap hal ini sah2 saja, kecuali tim anda dan tim saya.
Semoga bersama kita bisa perbaiki IA ITB ke depan
Salam
Johand Dimalouw #7367033
ITB -EL/1967
=========================================================
IA ITB sekarang berada di persimpangan jalan, momentum menuju perubahan ada di depan mata. Namun pertanyaan yang muncul sekarang adalah, "kemana para alumni ITB akan membawa IA-ITB dalam kongres mendatang?". Bagaimana pandangan mahasiswa sendiri terhadap adanya kejadian ini?
semoga dewa progressio beserta kita

bukankah IA itu
bukankah IA itu alumni-alumni ITB yang terorganisir?
organisasi putra-putri terbaik bangsa, jadi memang hrs dijalankan dengan tanggung jawab.
saya tidak lihat itu pada pejabat IA sebelum-sebelumnya...