ITB Kekurangan Dosen

ITB Kekurangan Dosen

Koran Kompas mengabarkan bahwa ITB kekurangan sekitar 200 orang dosen untuk dapat melayani 15.000 mahasiswa. Salah satu solusinya adalah melakukan rekrut dosen PNS bergelar doktor. Hanya saja jumlah yang bakal diterima adalah 30 orang.

Weleh-weleh, tampaknya dosen ITB mau dijadikan herkules ya, 1 orang berarti mampu mengerjakan kira-kira 10 tenaga manusia biasa.

Quo vadis ITB, apakah ada jalan lain? Mana status dosen ITB BHMN?

ya... katanya world class

ya...
katanya world class university..
katanya tidak perlu banyak2 diskusi di kampus,
katanya anak ITB bisa lulus cepet,

TAPI NYEPELEIN DOSEN, PENDIDIK MAHASISWA, DAN KULIAHNYA BGINI2 AJA

Itulah ironisnya, ITB sangat

Itulah ironisnya, ITB sangat gemar bermimpi. Istilahnya utopis dan megalomania. Ngomongnya jadi tinggi banget, tetapi kemampuan tidak ada. Soalnya dana dari negara kecil katanya, hanya 30% dari dana yang dibutuhkan. Sementara persaingan sudah semakin parah untuk merebut dana riset dari luar ITB. Mahasiswa yang diperas dan dikuras duitnya. Kalau demikian apa solusinya? Lihat saja dosen ITB dari dulu kan secara individu sudah hebat malang melintang di republik ini. Juga banyak masyarakat yang mau membantu ITB (donasi) tetapi ikut membangun ITB. Lha, ITB ndak pernah tuch menghargai dosennya yang hebat (lihat apakah ada penghargaan dosen terbaik kita?). Sekali engkau pensiun jadi dosen, tamatlah riwayatmu. Kau tidak bisa lagi masuk ke kampus ITB, karena tidak punya kartu. Habis manis, sepah dibuang. Padahal mereka sudah berkorban 30 tahun dengan gaji yang tersubsidi. Cobalah buat lingkungan yang enak untuk berinovasi dan hargai kehebatan dosen ITB. Kedua adalah buatlah suasana masyarakat luar menjadi percaya kalau naruh uang ke ITB bisa menjadi 10 kali lipat membangun bangsa ini. Ada alumni yang mau nyumbang beasiswa, sulitnya setengah mati, disunat lagi ama Direktur Keuangan. Quo vadis ITB?

Anwar