Penerimaan Calon Pegawai Negeri ITB yang Baru

ITB saat ini sedang merencanakan untuk mengadakan penerimaan Calon PNS sebanyak 30 orang. Kesemuanya, direncanakan untuk ditempatkan dengan jabatan dosen di berbagai jurusan untuk mengatasi masalah kekurangan dosen yang mulai terasa di ITB.

Syarat-syarat yang dikenakan untuk menjadi dosen meliputi kelengkapan dokumen, tes pengetahuan umum, tes bakat skolastik, wawancara dan psikotes. Khusus untuk wawancara dan psikotes hanya digunakan untuk pertimbangan bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi tes pengetahuan umum dan tes bakat skolastik oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Jika dilihat sepintas syarat-syarat tersebut dan masih masuk akal, tetapi jika melihat poin 1.3.1 "Surat lamaran ditulis dengan tinta hitam dan ditandatangani oleh pelamar dengan menyebutkan jabatan yang dilamar, ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Rektor Institut Teknologi Bandung, tanpa meterai", ketidak-masuk-akalan mulai terlihat. Pertanyaan pertama yang muncul adalah "Apa urgensinya?". Bila ITB ingin mendapat dosen yang memiliki pengakuan, bukankah lebih baik mendapatkan rekomendasi oleh dekan atau kaprodi yang lebih mengetahui sepak terjang penelitian dan pengabdian masyarakat sang pelamar dibandingkan dengan Menteri Pendidikan yang cakupannya sudah nasional? Pertanyaan kedua adalah "Apakah birokrasinya tidak terlalu sulit?". Mengingat cakupan kerja menteri yang berskala nasional akan memakan waktu yang lama untuk mengurusi hal ini. Memang semakin aneh saja ITB ini.

Pertanyaan utama yang mencuat adalah tentang siapa yang membuat kebijakan aneh ini. Apakah kebijakan ini adalah produk dari birokrasi ITB? Kalau iya berarti kampus ini semakin aneh saja. Namun, bila ini produk dari Depdiknas? Memang kacaulah pendidikan kita karena menteri terlalu banyak mengurusi hal-hal kecil.

Apakah jabatan yang dilamar

Apakah jabatan yang dilamar tersebut bebas?

kalo iya,..
mungkin ada yang tertarik untuk ngelamar jadi rektor :-?

Butuh 60 orang per

Butuh 60 orang per tahun.

Rekrutmen ini yang disebut besar pasak dari tiang. Bagaimana mungkin jumlah mahasiswa yang semakin bertambah selama 5 tahun ITB ndak bisa rekrut orang. Kabarnya mau jadi BHMN, tapi ndak tahu membangun sistem an ketakutan setengah mati merekrut dosen baru dengan uang sendiri. Bayangkan jurusan biologi, misalnya, dalam 5 tahun ini sudah hilang 40% karena pensiun. Tahun 2010 nanti ada sekitar 200 dosen yang pensiun yang kebanyakan dari FTI. Jadi kalau hanya mau mengganti, ITB perlu marekrut 60-70 orang per tahun. Ini baru mengganti belum mengembangkan! Sungguh sedih melihat institusi ini. Otak cemerlang tetapi tidak kreatif, tahunya hanya berlindung di balik jeruji peraturan. Lihat UI dan IPB, rata-rata gaji dosennya aja 10 juta. Mereka berani merekrut dosen baru dengan dana sendiri. Lihat Trisakti, sudah banyak yang jadi profesor tanpa jadi dosen PNS. ITB masih melihat pola lama, belum melihat pola baru. Matanya lagi ada tabir yang sangat tebal kali ya...:) Ayo donk... lakukan sesuatu! Jadi gemes nich!