Republik Mimpi Batal Tampil ke ITB

Republik Mimpi yang seharusnya tampil di ITB pada hari Senin tanggal 26 November yang lalu, batal tampil di ITB karena dilarang oleh rektorat dan ada rumor bahwa panitia diancam untuk disidang bila acara tersebut berlanjut. Namun, menurut berita yang didapatkan dari Kompas Online (http://www.kompas.com/ver1/Hiburan/0711/26/182317.htm) tidak ada larangan sidang untuk panitia.

Vue Palace Hotel (Hotel Planet) dan LPPM ITB

Surat Pembaca, Tempo, 21 Oktober 2007

Pembongkaran Hotel Planet
Tarik-ulur pembongkaran lantai 5-6 Vue Palace Hotel (Hotel Planet)
oleh Pemerintah Kota Bandung karena tidak memilik Izin Mendirikan
Bangunan (IMB) mulai memasuki babak yang krusial. Pemilik hotel
tampaknya sudah memainkan berbagai jurus pamungkas di antaranya
melobi DPRD dan Dinas Bangunan Kota Bandung serta mengorder LPPM ITB
untuk membuat kajian akademis. Hasilnya, mulai kelihatan. DPRD
Bandung melalui Ketua Komisi A, Riantono S.H. menyarankan agar Pemkot

Surat Kaleng kepada Civitas Akademika ITB

cover.preview.jpg

Dosen-dosen ITB menerima kiriman surat ke alamat rumahnya. Saya agak bingung pengirim mengharap melanjutkan diskusi di www.kritik-itb.com tetapi pengirim tidak mempublikasikannya disini. Tampaknya pengirim belum memiliki login disini maka dengan ini saya bantu penulis untuk mempublikasikan tulisannya disini. Berikut isi surat kalengnya:

Tahukah Anda?

IA ITB di persimpangan jalan

pernyataan.jpg

Entah teman-teman baik yang masih di dalam kampus atau di luar kampus ngeh atau nggak. Ada baligo dan spanduk calon-calon ketua IA-ITB yang baru bertebaran terutama di depan gerbang kampus ITB. Mungkin teman-teman sudah menentukan pilihan kepada siapa akan berpihak. Tapi ada baiknya bila kita melihat sejenak apa yang terjadi beberapa hari yang lalu di Jakarta, sekre IA-ITB pusat.

tidak provokatif

Pada campus meeting beberapa waktu yang lalu (18/7), Rektor Pak Djoko menyatakan pandangannya tentang kampus sebagai suatu proses singkat dan masa kuliah adalah bukan segalanya. Suatu pernyataan yang menurut saya tak terduga, dan terkesan melenyapkan karakter mahasiswa. Lebih dari itu, mendistorsi manusia sebagai makhluk yang berpikir. Acara selama sekitar 2 jam tapi minim dialog ini cukup menggambarkan kondisi kebijakan kampus yang represif dan telah berjalan secara wajar dengan ’dibentuknya’ lingkungan kampus (buatan) yang berkesadaran naive dan pseudo-rasional.

Kondisi Mahasiswa

Kondisi mahasiswa atau pelajar saat ini sudah jauh berbeda dengan era otoritarian tempo dulu, saat itu mahasiswa-mahasiswa idealis anti rejim yang berkuasa dianggap mimpi dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada umumnya cari aman dan selamat saja, namun setelah gelombang perjuangan yang terus menerus sedikit kebebasan telah dapat dinikmati oleh kaum intelektual ini.

Ketika ITB mulai melarang OS

Boleh dibilang, mungkin hanya Indonesia yang ada OS-nya, mungkin hanya ITB yang OS-nya disusun secara sistematis. Alasan klasik dari pihak rektorat bahwa OS adalah tindakan tidak berguna dan sia-sia sepertinya harus dikaji ulang. OS = orientasi studi. Setiap masuk ketempat yg baru selalu diperlukan adanya orientasi medan. Bagaimanapun juga adaptasi dengan lingkungan baru selalu diperlukan. Orientasi medan seperti karakter teman-teman seangkatan, karakter orang-orang lama, lingkungan kehidupan kampus, sistem akademik, harus diketahui, baik secara pasif maupun lewat inisiatif.

ITB sebuah klan

ITB satu, satu ITB. Berapa jumlah kalian ?

Keadaan Setelah Pembagian Prodi Untuk Mahasiswa

Setelah kebijakan baru yang diterapkan oleh Rektor ITB mengenai kegiatan perkuliahan di ITB, telah terjadi pergeseran jumlah mahasiswa pada jurusan-jurusan yang ada di ITB. Jurusan yang mengalami pergeseran tersebut dikarenakan kebijakan untuk memilih prodi setelah TPB.

Tanggapan dari mahasiswa S2 studi pertahanan

----- Original Message -----
From: Nazario
Subject: [anggota] News: Studi Pertahanan

Widya Castrena Dharma Siddha,

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Corps Menwa ITB atas
dukungannya dalam menyediakan ruang diskusi dan informasi mengenai
studi pertahanan di Indonesia, khususnya di ITB.
Begitu juga dorongan dan partisipasi Bpk Dr. Ir. Iftikar Z.
Sutalaksana, Bpk Dr. Ir. Krishna S. Pribadi dan Bpk Dr. Ir. Tutuka
Ariadji bersama-sama dengan Bpk Dr. Ir. Bambang Kismono Hadi
-Koordinator Program Studi - dalam merealisasikan program studi
pertahanan di ITB.